Tidak semua sistem yang mengklaim diri sebagai “SIMRS” benar-benar memenuhi standar yang seharusnya. Sebagian rumah sakit baru menyadari ada modul penting yang belum tersedia — biasanya justru saat proses akreditasi, audit klaim BPJS, atau ketika integrasi ke SatuSehat mengalami kendala. Padahal, arsitektur dan fitur minimal SIMRS sebenarnya sudah diatur cukup jelas oleh regulasi Kemenkes.
Artikel ini merangkum fitur-fitur yang wajib dimiliki SIMRS rumah sakit modern, sesuai kerangka regulasi dan kebutuhan operasional riil.
Dasar Regulasi: Arsitektur Minimal SIMRS
Berdasarkan Permenkes No. 82 Tahun 2013 Pasal 6, arsitektur SIMRS paling sedikit terdiri atas tiga komponen: kegiatan pelayanan utama (front office), kegiatan administratif (back office), dan komunikasi/kolaborasi. Rumah sakit juga dapat menambahkan arsitektur pendukung seperti PACS (Picture Archiving and Communication System), Sistem Manajemen Dokumen, Sistem Antar Muka Peralatan Klinik, hingga Data Warehouse dan Business Intelligence.
Dari kerangka tersebut, berikut 10 fitur yang semestinya ada dalam SIMRS rumah sakit modern.
1. Modul Pendaftaran dan Antrean Pasien
Fitur ini menjadi pintu masuk seluruh alur SIMRS — mencatat identitas pasien baru, verifikasi pasien lama, jenis pembayaran (umum, BPJS, asuransi), hingga pencetakan nomor antrean. Untuk pasien BPJS, modul ini juga harus mampu mencetak Surat Eligibilitas Pasien (SEP) sebagai syarat klaim.
2. Modul Rawat Jalan, Rawat Inap, dan IGD
Ketiga modul pelayanan utama (front office) ini mencatat seluruh proses klinis: pemeriksaan dokter, diagnosis, tindakan medis, hingga—khusus rawat inap—status kamar dan perpindahan bed pasien secara real-time.
3. Rekam Medis Elektronik (RME)
RME adalah modul yang mencatat riwayat klinis pasien secara digital, dan wajib memenuhi standar sesuai Permenkes No. 24 Tahun 2022 serta KMK No. HK.01.07/MENKES/1423/2022 — termasuk format dokumentasi standar (SOAP untuk pencatatan medis umum) dan metadata wajib seperti timestamp serta identitas tenaga kesehatan pencatat.
4. Modul Penunjang Medis (Laboratorium dan Radiologi)
SIMRS modern perlu terhubung dengan sistem penunjang seperti Laboratory Information System (LIS) untuk permintaan dan hasil pemeriksaan lab, serta PACS untuk pencitraan medis seperti X-ray, CT-Scan, atau USG — sehingga hasil pemeriksaan bisa langsung diakses dokter tanpa menunggu laporan fisik.
5. Modul Farmasi
Mengelola resep elektronik yang terhubung otomatis dari dokter, ketersediaan stok obat, hingga distribusi obat ke pasien. Modul ini juga penting untuk mengontrol inventaris farmasi agar tidak terjadi kekurangan atau kadaluarsa stok yang tidak terpantau.
6. Modul Billing dan Keuangan (Back Office)
Bagian dari arsitektur back office ini merangkum seluruh tagihan pasien dari berbagai unit menjadi satu billing terpadu, memproses klaim BPJS (VClaim, INA-CBG), mencatat metode pembayaran, hingga menghasilkan laporan arus kas rumah sakit.
7. Modul Kepegawaian dan Logistik (Back Office)
Selain pelayanan pasien, SIMRS juga perlu mencakup fungsi administratif internal seperti manajemen data kepegawaian, penjadwalan shift tenaga medis, serta manajemen inventaris/logistik rumah sakit non-medis.
8. Fitur Bridging ke SatuSehat dan BPJS
Fitur komunikasi dan kolaborasi mengharuskan SIMRS mampu mengirim data secara terstandarisasi (HL7 FHIR) ke platform SatuSehat, serta terhubung langsung ke aplikasi BPJS Kesehatan seperti VClaim dan INA-CBG. Tanpa fitur bridging ini, rumah sakit berisiko mengalami keterlambatan klaim dan hambatan proses akreditasi.
9. Modul Pelaporan Manajemen dan Business Intelligence
SIMRS yang baik harus mampu menghasilkan laporan operasional secara otomatis — mulai dari laporan kunjungan, indikator mutu rumah sakit, hingga pelaporan nasional seperti SIRS Online. Beberapa SIMRS modern turut menyediakan Data Warehouse dan Business Intelligence untuk analisis data yang mendukung pengambilan keputusan strategis manajemen.
10. Sistem Keamanan Data
Pasal 7 Permenkes 82/2013 mensyaratkan SIMRS memenuhi tiga unsur keamanan: keamanan fisik, keamanan jaringan, dan keamanan sistem aplikasi. Mengingat data yang dikelola menyangkut rekam medis dan data pribadi pasien, fitur ini bukan sekadar pelengkap, melainkan syarat wajib yang menentukan kelayakan SIMRS secara hukum.
Kenapa Kelengkapan Fitur Ini Penting bagi Manajemen RS?
Kegagalan memenuhi fitur-fitur di atas dapat berdampak langsung: penurunan mutu layanan, keterlambatan klaim BPJS, hingga hambatan dalam proses akreditasi. Karena itu, saat mengevaluasi SIMRS yang sedang digunakan atau memilih vendor baru, manajemen RS perlu memastikan seluruh fitur ini benar-benar berfungsi terintegrasi — bukan hanya tersedia secara terpisah tanpa saling terhubung.
FAQ Seputar Fitur SIMRS
Apakah semua rumah sakit wajib memiliki 10 fitur ini secara lengkap? Arsitektur minimal (front office, back office, komunikasi/kolaborasi) wajib dimiliki seluruh rumah sakit sesuai Permenkes 82/2013. Detail kelengkapan modul di dalamnya bisa disesuaikan dengan skala dan jenis layanan rumah sakit, namun prinsip integrasi dan keamanan tetap wajib dipenuhi.
Apakah fitur bridging ke SatuSehat termasuk wajib? Ya. SIMRS harus dapat diintegrasikan dengan program pemerintah dalam bentuk kemampuan komunikasi data (interoperabilitas), termasuk ke SatuSehat dan sistem BPJS Kesehatan.
Bagaimana cara mengetahui SIMRS yang digunakan sudah memenuhi standar nasional? Bisa dicek melalui kesesuaian dengan Permenkes 82/2013 untuk arsitektur umum, dan KMK No. 1423/2022 untuk standar RME. Jika ragu, sebaiknya lakukan audit teknis oleh pihak yang memahami regulasi SIMRS terkini.
Kesimpulan
SIMRS yang lengkap bukan hanya soal mencatat data pasien secara digital, melainkan memenuhi arsitektur dan fitur yang diatur regulasi — mulai dari pelayanan front office, administrasi back office, hingga komunikasi data ke SatuSehat dan BPJS. Kelengkapan fitur ini berdampak langsung pada efisiensi operasional, kepatuhan hukum, dan kelancaran proses akreditasi rumah sakit.
Jika rumah sakit Anda ingin mengevaluasi kelengkapan fitur SIMRS yang digunakan saat ini, tim Parson siap membantu melakukan asesmen dan memberikan rekomendasi yang sesuai kebutuhan.
Hubungi hotline Parson di [Nomor Hotline/WA Parson] untuk konsultasi gratis seputar fitur SIMRS untuk rumah sakit Anda.
